Dieny & Yusuf

Lengkungan Alami Gunung Hawu Yang Langka

Posted on: June 19, 2007

SELAIN memiliki Gua Pawon, kawasan perbukitan batu gamping Citatah, Padalarang, Kabupaten Bandung ternyata memiliki fenomena alam lain yang langka, yaitu lengkungan alami. Lengkungan alami atau natural arch yang dikenal oleh penduduk setempat sebagai Gua Gunung Hawu ini melengkung sangat mengagumkan pada suatu ketinggian di bagian selatan jajaran perbukitan batu gamping di Citatah, kira-kira 1 km arah barat dari Situ Ciburuy.

LENGKUNGAN yang secara keseluruhan merupakan lubang di dinding batu gamping tersebut memiliki ukuran yang cukup besar. Lebarnya lebih kurang 30 m, tinggi 70 m, menggantung di atas dinding setinggi 30 m dari jalan tambang di bawahnya. Jika dilihat dari dataran sawah Cidadap di bawahnya, lubang ini terlihat sangat jelas.Lengkungan alam Gunung Hawu masih asri. Sangat sedikit coretan-coretan graviti di dinding-dindingnya. Semak-semak merimbun di dasarnya, sedangkan beberapa pohon besar tumbuh menempel pada beberapa dinding batu gamping. Akarnya mencengkram kuat batuan melalui retakan-retakan atau lubang-lubang pelarutan. Burung-burung dengan tenang membuat sarang pada pucuk-pucuk pohon tinggi. Bahkan sepasang burung elang dengan anggunnya melayang-layang di atas lengkungan untuk kemudian hinggap di ketinggian yang curam di sarangnya yang tersembunyi. Sesekali suaranya melengking tinggi membuat induk-induk ayam di persawahan Cidadap di bawahnya siaga melindungi anak-anaknya.Lengkungan alami G. Hawu ini mengingatkan pada beberapa lengkungan alami yang terdapat di beberapa Monumen Nasional di Amerika Serikat. Di antaranya berada di Natural Bridge Virginia dan Arches National Monument di Utah. Lengkungan alami di Virginia dan Utah memiliki dimensi yang sangat besar. Begitu besarnya sehingga seperti jembatan alami. Bahkan, Jalan Raya No. 11 melintas di atas Jembatan Alam di Virginia.Di Monumen Nasional Lengkungan Utah terdapat lima lengkungan alam. Lengkungan alami paling besar dinamakan Jembatan Pelangi yang terbentuk dari lapisan batu pasir berumur Palezoikum yang sangat kompak dan keras. Lubang yang terbentuk disebabkan oleh proses erosi sungai yang berlangsung berpuluh ribu tahun hingga membentuk lubang lengkungan seukuran 100 x 83 m! Karena keunikan bentuk muka bumi itulah, kemudian Jembatan Pelangi dan beberapa lengkungan alami lain di Utah dijadikan Monumen Nasional Amerika Serikat.

Lain Utah, lain Citatah. Lengkungan alami Gunung Hawu di Citatah terbentuk dari batu gamping dan prosesnya lebih mirip pembentukan Jembatan Alami Virginia. Proses karstifikasi yang merupakan proses pelarutan senyawa karbonat sebagai bahan utama batu gamping adalah penyebab terbentuknya lengkungan alami Gunung Hawu. Sangat jelas sekali bahwa lubang yang terbentuk dikontrol oleh retakan yang memanjang hampir utara-selatan.

Sebuah lubang vertikal yang sangat dalam diduga merupakan proses awal terbentuknya lengkugnan ini. Lubang vertikal ini adalah gejala khas di daerah karst batu gamping hasil dari runtuhan atap gua atau collapse sinkhole. Proses berikutnya diduga merupakan proses pelubangan secara karstifikasi ke arah samping searah kemiringan lapisan batu gamping yang sangat curam ke arah selatan.

Jika di Utah lengkungan-lengkungan alaminya dilindungi sebagai monumen nasional, di Citatah fenomena alam yang di Indonesia sekalipun sangat langka ini berada sangat dekat sekali dengan wilayah penggalian batu gamping (kapur). Kira-kira 100 m dari fenomena langka ini, truk-truk tambang hilir mudik mengangkut bongkah-bongkah batu yang dibongkar dari lereng-lerengnya. Bahkan tepat di batas utara lengkungan alami ini terdapat sisa-sisa penggergajian batu gamping untuk pembuatan marmer.

Menurut para pendaki tebing, dulunya puncak Gunung Hawu dikenal sebagai Dinding-30 karena memiliki tebing vertikal setinggi 30 m. Saat ini lokasi geografi yang bernama Gunung Hawu dengan elevasi asal 825 m telah hilang dan Dinding-30 menjadi Dinding-nol!

Gerbang Bandung RayaBentang alam Citatah yang carut-marut akibat penambangan batu gamping (kapur) dan marmer, bolehlah disamakan dengan Taman Nasional Yosemite di AS jika dilakukan penghentikan proses perusakan lingkungan akibat penambangan dan mulai ditata sebagai kawasan hutan. Potensi-potensi Citatah yang dianalogikan dengan Taman Nasional Yosemita mungkin suatu mimpi (”PR”, 30/3). Tetapi bahkan beyond the wildest dreams, mimpi-mimpi mustahil ini bisa terwujud jika ada kemauan, terutama dari pemerintah Kabupaten Bandung. PAD Kabupaten Bandung dari sektor pertambangan yang hanya sebesar Rp 300 juta tidak sebanding dengan kerusakan kekayaan alam warisan bumi yang begitu besar di Citatah.Tentu saja suatu konversi dari kawasan pertambangan yang telah menjadi ladang rezeki yang menggiurkan bagi sebagian masyarakat menjadi kawasan lindung, tidak mungkin terjadi begitu saja. Akan tetapi, tentu pula warisan alam yang langka yang bisa dinikmati secara terus-menerus dan lestari oleh siapa pun dari generasi ke generasi, tidak bisa begitu saja dihancurkan untuk keuntungan sebagian masyarakat. Perlu ada kompromi para pengusaha tambang yang telah begitu lama dan besar menangguk keuntungan dari usahanya untuk seharusnya mulai berpikir ke arah kepentingan masyarakat luas. Mereka sudah seharusnya mulai berpijak pada azas-azas pelestarian lingkungan dan segera berencana untuk tidak membabat habis seluruh perbukitan batu gamping di Citatah.Saat ini telah keluar Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral No. 1456 K/20/MEM/2000 tanggal 3 November 2000 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Kars, dan Perda Provinsi Jawa Barat No. 2 Tahun 2002 tentang Perlindungan Lingkungan Geologi yang mudah-mudahan menjadi jalan tengah bagi usaha yang sinergi menyelamatkan kawasan semikarst batu gamping Citatah. Peraturan-peraturan tersebut diharapkan akan menghasilkan suatu susunan tata ruang yang akan mengatur kawasan mana yang patut dipertahankan dan kawasan mana yang dapat dieksploitasi.

Prioritas penting dalam pijakan awal perlindungan kawasan ini adalah berangkat dari objek-objek yang jelas-jelas unik, langka, mengandung nilai tinggi bagi pendidikan dan budaya dan merupakan kunci bagi keberlanjutan keasrian lingkungan. Objek-objek yang harus mendapat prioritas pertama perlindungan tersebut adalah: (1). Bukti Pr. Pawon yang memiliki Gua Pawon sebagai gua pertama di Jawa Barat yang diketahui mengandung peninggalan arkeologis manusia prasejarah, (2) Bukit Gunungmasigit yang memiliki bentuk muka bumi unik dan merupakan dokumen pendidikan Geologi sebagai lokasi tipe penamaan satuan batu gamping Formasi Rajamandala, (3) Lembah Cibukur di utara Pr. Pawon yang bersama-sama dengan Pr. Pawon, Pr. Gunungmasigit dan Pr. Leuit merupakan ekosistem yang khas alam Priangan, (4) Jajaran G. Hawu dan Pr. Pabeasan yang selain memiliki lengkungan alami dan menara karst seperti di Cina, juga memiliki dinding-dinding tegak ajang latihan para pemanjat tebing, yaitu Dinding-125 dan Dinding-48.

Seluruhnya merupakan landmark penting bagi Kabupaten Bandung, bahkan untuk Kota Bandung sendiri karena menjadi gerbang dan tanda menuju kota dari arah barat. Untuk Provinsi Jawa Barat, keberhasilan penataan kawasan Citatah bisa menjadi cerminan masyarakatnya yang cinta alam, menghormati para leluhur, dan bertanggung jawab kepada generasi mendatang. Mudah-mudahan lengkungan alami G. Hawu menjadi inspirasi sebagai gerbang menuju kawasan Citatah yang asri di Bandung Raya sebagaimana lengkungan-lengkungan putih yang menjadi penciri gerbang ke taman-taman atau lapangan-lapangan di Kota Bandung. (Budi Brahmantyo dan Bandono,keduanya tergabung dalam Kelompok Riset Cekungan Bandung, anggota IAGI, dan berafiliasi di Departemen Teknik Geologi ITB).***

Sumber: Pikiran Rakyat

____________________________________

http://dunia-indah.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

June 2007
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
%d bloggers like this: